"Bandung adalah kawasan wisata yang paling diminati baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara dibanding daerah lain," ujar Herman.
Namun meski menjadi kota yang paling banyak diminati bukan berarti Kota Bandung sudah baik secara infrastruktur. Justru Herman menyayangkan sejumlah infrastruktur di Kota Bandung, kondisinya tak sebaik peminatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penasihat Asita Jabar Maktal Hadyat juga membenarkan Kota Bandung saat ini sedang mengalami permasalahan yang cukup kompleks. "Masalah infrastruktur yang tak kunjung dibenahi ditambah lagi dengan merebaknya isu flu babi dan juga travel banned," ujar Maktal.
Menanggapi kondisi tersebut, Maktal mengungkapkan perlu adanya kerjasama antara Asita dan Dinas Pariwisata. "Dalam menentukan pasar pariwisata, utamanya bandung dan Jabar, antara Asita dan Disparbud sebisa mungkin berjalan seiring seirama," ujar Maktal.
Salahsatunya yaitu dengan menggelar acara Jabar Travel Exchange atau JTX-11 yang digelar pada 12 - 14 Mei 2009 di Hotel Horison Jalan Pelajar Pejuang 45. Acara ini merupakan kerjasama Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) Jawa Barat dengan Disparbud Jabar.
Tujuan diadakannya JTX ke 11 ini adalah untuk mencoba mendatangkan lebih banyak lagi turis baik domestik maupun mancanegara ke daerah-daerah di Jabar.
JTX ke-11 ini diikuti oleh 86 perusahaan travel agen, yang berada di 61 booth. Rangkaian acara JTX ke-11 ini akan dilanjutkan dengan farmtrip ke garut yang akan dilangsungkan besok. Sedangkan untuk di Bandung sendiri, besok (14/5/2009) akan diselenggarakan pameran wisata di Giant Pateur.
Untuk strategi pemasaran lain Asita mencoba untuk menseleksi negara-negara yang dioerkirakan memiliki ketertarikkan yang tinggi untuk datang ke Indonesia dan juga mengadakan penyesuaian promosi.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (tya/ern)