"Kami menolak segala bentuk intervensi asing," kata Achmad Fakhrudin koordinator aksi dalam orasinya.
Ahmad mengatakan dalam 5 tahun pemerintahan SBY-JK telah banyak meminjam dana dari luar negeri sebesar 1.667 triliun. Dana itu jauh lebih banyak dibandingkan pada masa orde baru yang hutangnya sebesar 1.500 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam aksinya, mahasiswa membawa sejumlah poster yang isinya antara lain 'reformasi mati suri' dan 'birokrasi masih KKN'. Mereka juga membawa keranda mayat dengan gambar SBY-JK lalu membakarnya di tengah aksi.
Aksi demonstrasi tersebut dijaga oleh sekitar 50 orang personel polisi dari Polres Bandung Tengah.
Sementara itu, di seberang aksi tersebut juga terdapat aksi demonstrasi lain. Sekitar 20 orang yang menamakan diri Simpatisan SBY ini datang untuk menyampaikan ketidaksetujuan mereka jika Boediono menjadi cawapres dari SBY untuk periode selanjutnya.
"Usut tuntas keterlibatan Boediono dalam kasus BLBI. Jadi kami menolak cawapres SBY tersebut," kata Andri Handaya koordinator aksi.
Seluruh demostran lainnya hanya diam karena mulut mereka ditutup dengan plester hitam. Mereka hanya memasangkan 2 buah spanduk berukuran 3 x 1 meter di depan halaman Gedung Sate. Isi kedua spanduk tersebut 'Tolak Cawapres Antek IMF' dan 'Budiono Dalang BLBI'.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (tya/ern)











































