Menurut Alma hasil observasi pasien akan ke luar dalam waktu 5 hingga 6 hari ke depan. "Sebentar lagi keluar hasilnya, dan sepertinya pasien bisa pulang," ujar Alma saat dihubungi detikbandung melalui telepon, Rabu (13/5/2009).
Alma menjelaskan dibawanya co pilot ke RS Hasan Sadikin merupakan bagian dari protap penerbangan internasional. "Meskipun flu biasa tapi tetap harus diwaspadai, sehingga dibawa ke RSHS untuk observasi lebih lanjut," ujar Alma.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Protap itu kan sesuai dengan International Health Regulation (IHR). Jadi jika melanggar yang memberi sanksi adalah lembaga internasional. Sanksi terberatnya bisa sampai pencabutan izin terbang," ujar Alma.
Alma menjelaskan protap yang harus dilakukan, mulai saat pesawat akan melakukan landing. "Pilot akan announce pada penumpang bahwa saat ini sedang ada virus flu yang dapat menular melalui udara. Kemudian memberitahukan kepada penumpang bahwa pramugari akan pemeriksaan kepada penumpang," jelas Alma.
Kemudian pramugari akan memeriksa suhu tubuh dan kondisi kesehatan setiap penumpang. "Jika ada penumpang yang suhu tubuhnya tinggi, ada gejala flu atau demam maka akan dicatat pramugari," terang Alma.
Selain itu pramugari juga akan mencatat riwayat perjalanan setiap penumpang selama seminggu. "Bandara memiliki daftar negara yang telah terjangkit virus berbahaya," tambah Alma.
Jika ada penumpang memiliki gejala flu dan atau sebelumnya telah melakukan perjalanan ke negara yang masuk daftar, maka pramugari akan memberi Health Alert Card (HAC). "Kartu tersebut berisi catatan kondisi kesehatan dan sebagai tanda orang tersebut memerlukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar Alma.
Mendapat laporan dari pramugari, pilot akan melaporkan kondisi penumpang kepada KKP. "Setelah mendarat, petugas kesehatan dari KKP akan memeriksa lebih lanjut. Kalau perlu observasi lebih lanjut maka akan dibawa ke RS," kata Alma.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(tya/ern)










































