Aksi warga ini, merupakan reaksi dari surat yang dilayangkan Pemkot Bandung tertanggal 8 Mei 2009 yang isinya pemberitahuan rencana pencabutan portal hari ini, Rabu (13/5/2009).
Sekretaris Forum Komunikasi Warga Ciumbuleuit Peduli Lingkungan (FKWCPL) Yeti Supryati menyatakan pencabutan tersebut berdasarkan permintaan dari pengembang. Dalam surat itu dikatakan portal ini menghalangi aktivitas proyek hotel.
"Ini jelas bukan jalan umum, ini jalan warga. Portal ini tak mengganggu aktivitas warga," tandasnya di lokasi.
Menurutnya warga siap menghadang Satpol PP, jika petugas keukeuh mencabut portal. "Portal ini adalah simbol perjuangan warga. Bagaimana pun warga banyak dirugikan akibat pembangunan hotel," tegas Yeti.
Pantauan detikbandung pada pukul 09.00 WIB, seratusan warga yang mayoritas bapak-bapak dan pemuda, masih terlihat duduk-duduk di lapangan yang tak jauh dari portal. Sementara kaum ibu berkumpul di kios yang menempel di benteng hotel.
Polisi baru terlihat lima orang yang duduk-duduk tak jauh dari warga.
Portal yang dibangun warga sejak Maret 2009 ini, tingginya 2,5 meter dan panjang 4 meter. Bagi kendaraan biasa, portal ini tak mengganggu. Namun bagi truk besar, jelas mengganggu. Sebab truk tak bisa masuk ke jalan Rancabentang.
Penolakan warga terhadap pembangunan hotel yang rencananya 15 lantai ini sudah lama dilontarkan. Warga beberapa kali mendatangi kantor dewan. Karena tuntutan tak digubris, akhirnya warga membangun portal.
(ern/ern)











































