Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jabar Agus Salide mengatakan penyebaran virus flu burung berpeluang besar terjadi di pabrik-pabrik. Sebab banyaknya jumlah orang yang terdapat di setiap pabrik, dianggap bisa menyebarkan lebih cepat virus H5N1.
"Di pabrik itu kan banyak orang bekerja, mungkin dari alat kerjanya dipegang oleh yang kena flu burung, lewat udara, juga antar manusia. Risiko itu selalu ada," kata Agus saat acara pelatihan untuk pelatih penanggulangan penyebaran flu burung oleh DPD Konfederasi SPSI di Hotel Naripan Jalan Naripan, Selasa (12/5/2009).
Menurut Agus, penularan virus flu burung atau H5N1 dapat menyebar dengan cepat pada kondisi tempat yang padat. "Setiap pabrik di Jabar ada yang terdiri dari ratusan pekerja sampai puluhan ribu pekerja," ujar Agus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengantisipasi penularan dan penyebaran virus tersebut, SPSI akan merekrut pelatih pencegah flu burung yang bertugas mensosialisasikan cara pencegahan dan penganggulangan flu burung. Agus juga menambahkan pelatih akan menginformasikan kepada para pekerja untuk menerapkan budaya hidup bersih.
"Pelatih akan menginformasikan cara hidup bersih seperti mencuci tangan sebelum makan, memasak ayam dan telur yang benar seperti apa," ujar Agus.
Koordinator Proyek Nasional Flu Burung dan tempat Kerja ILO (International Labour Organisation) Indonesia Bey Sonata mengatakan pelatihan ini akan bermanfaat untuk masa mendatang. "Kita ingin membantu para pengusaha dan pekerja untuk mencegah penyebaran flu burung ini," ujar Bey.
"Sebab makin banyak manusia tertular maka makin besar pula mutasi virusnya," tambahnya lagi. Untuk itu, pelatih harus mengenali sumber dan cara penularan kemudian pencegahan penularannya seperti apa.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (tya/ern)











































