Aksi perusakan mobil Carry (26/2/2009) di Jalan Cisangkuy oleh kelompok yang diduga gank motor dipicu karena mobil korban Dani menghalangi dan menyenggol trek balap liar di Jalan Diponegoro. Berikut kronologis kejadian pembakaran mobil berdasarkan kesaksian pelaku.
Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 3.00 WIB dini hari tersebut berada tak jauh dari Kafe Clique. Berdasarkan saksi mata yang berada di sekitar lokasi, Ade Rusmanda (56), mobil saat itu hanya dikendarai oleh tiga penumpang. Jumlah tersebut berbanding terbalik dengan jumlah bikers yang mencapai ratusan.
Seketika, kata Ade, ratusan biker tersebut kalap merusak mobil dengan peralatan yand dibawa dan juga kursi panjang yang biasa digunakan untuk duduk petugas parkir sekitar. Beruntung ketika aksi perusakan terjadi Dani dan dua rekannya melarikan diri ke Taman Cilaki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu itu mobil sudah dirusak, saya bersama 3 pelaku lainnya menggulingkan mobil carry. Kemudian ada yg menyiramkan bensin dan membakarnya," ujar seorang dari lima pelaku Fariq Fitria yang berhasil di bekuk polisi.
Fariq mengaku dirinya adalah pelaku penggulingan mobil yang dibantu 3 pelaku lainnya, yaitu Rizki Darmawan (17), Yuda Purnama (20) dan Daivan Sutiyono (22) mengaku mereka menggulingkan mobil yang dikendarai oleh korban Dani.
Pelaku lainnya Dolly Indra Nasution (18) mengatakan, setelah mobil digulingkan dirinya mengambil bensin dari selang karburator motor miliknya.
"Saya mengambil bensin dari selang motor Rx King dengan cara menuangkan di gelas air kemasan. Setelah itu saya siramkan ke bagian jok belakang," ujar Dolly.
Kemudian aksi diteruskan oleh Rizki dengan menyulutkan api ke mobil tersebut. "Setelah bensin disiramkan kemudian saya menyalakan korek gas dan membakar jok belakang mobil itu," ujar Rizki.
"Setelah itu kami pun kabur dalam keadaan mobil terbakar dengan api yang masih besar," Sambungnya.
Yuda Purnama menceritakankan sebelum terjadi kejadian tersebut, mobil korban sengaja menghalangi lajur balap liar di Jalan Diponegoro dan menyenggol salah satu motor yang saat itu sedang balapan liar.
"Karena itulah kami mengejar mobil tersebut," ujar Yuda yang menambahkan jika pengejarannya diikuti puluhan bikers lainnya.
Ditemui ditempat yang sama, Kapolresta Bandung Tengah AKBP I Wayan Supartha mengimbau masyarakat untuk tidak berbuat seenaknya jika menemukan kejadian semacam ini.
"Jangan main hakim sendiri, dan tetap menjaga keadaan yang kondusif di Kota Bandung," ujar Supartha.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(tya/ahy)











































