Menanggapi tuduhan dari SP dan SB se-Bandung Raya, Suardi Dullah, Kepala Kanwil Jamsostek Jabar Banten membantah menggunakan dana Jamsostek untuk pelatihan di Subang tersebut.
"Sebelum saya mengadakan pelatihan yang di Subang pada 20 April tersebut, saya sudah mencoba menerapkan sistem yang sama di semarang dan hasilnya terbukti efektif," ujar Suardi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan tersebut juga diamini oleh Basuki Siswanto, selaku Wakakanwil Jamsostek Jabar Banten. "Kita bukan membantu pemerintah, melainkan membantu para korban PHK dan generasi muda siap kerja," ujar Basuki.
Audiensi kemudian dilanjutkan dengan pengajuan komplain dan sesi tanya jawab dari pihak buruh dan Jamsostek. Edi Suherdi perwakilan dari SPSI Bandung menyatakan pihaknya menentang progran pelatihan tersebut.
"Kami menentang program pelatihan ketenagakerjaan yang diadakan Jamsostek dan Pemprov Jabar di Subang, karena para pesertanya bukan korban PHK yang sudah sepatutnya mendapat pelatihan ketenagakerjaan," ujar Edi.
Edi juga menyatakan kecewa terhadap sikap Jamsostek yang terkesan mendukung Pemprov Jabar. "Sebelumnya tidak pernah kami temui ada BUMN yang sampai menyumbang kepentingan pemerintah," sindir Edi.
Edi berharap masukan-masukan pada Jamsostek kali ini bisa diproses lebih lanjut. Kalau tidak, mereka akan mengancam meneruskannya ke Jamsostek pusat. "Kami tidak segan untuk bersama-sama mengajukan keberatan ke menara Jamsostek," ujar Edi.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(tya/ern)










































