Jamsostek Jabar Bantah Bantu Pemprov

Dana Jamsostek Diduga Dipakai Pemprov

Jamsostek Jabar Bantah Bantu Pemprov

- detikNews
Senin, 11 Mei 2009 12:44 WIB
Jamsostek Jabar Bantah Bantu Pemprov
Bandung - Audiensi antara serikat buruh (SB) dan serikat pekerja (SP) se-Bandung Raya dengan PT Jamsostek Jabar berlangsung alot. Pihak Jamsostek membantah mereka menggunakan dana Jamsostek untuk membantu program Pemprov Jabar. Sementara buruh sendiri keukeuh kerjasama Jamsostek dan Pemprov Jabar dalam acara pelatihan penciptaan sejuta lapangan pekerjaan di Subang 20 April lalu adalah bentuk penyelewengan dana Jamsostek.

Menanggapi tuduhan dari SP dan SB se-Bandung Raya, Suardi Dullah, Kepala Kanwil Jamsostek Jabar Banten membantah menggunakan dana Jamsostek untuk pelatihan di Subang tersebut.

"Sebelum saya mengadakan pelatihan yang di Subang pada 20 April tersebut, saya sudah mencoba menerapkan sistem yang sama di semarang dan hasilnya terbukti efektif," ujar Suardi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya harap para hadirin semua (serikat buru serikat pekerja-red) jangan salah persepsi terhadap kami. Tugas kami adalah membantu pekerja," ujar Suardi di hadapan puluhan buruh saat audiensi di Kantor Jamsostek Jabar, Jalan Surapati, Senin (11/5/2009).

Pernyataan tersebut juga diamini oleh Basuki Siswanto, selaku Wakakanwil Jamsostek Jabar Banten. "Kita bukan membantu pemerintah, melainkan membantu para korban PHK dan generasi muda siap kerja," ujar Basuki.

Audiensi kemudian dilanjutkan dengan pengajuan komplain dan sesi tanya jawab dari pihak buruh dan Jamsostek. Edi Suherdi perwakilan dari SPSI Bandung menyatakan pihaknya menentang progran pelatihan tersebut.

"Kami menentang program pelatihan ketenagakerjaan yang diadakan Jamsostek dan Pemprov Jabar di Subang, karena para pesertanya bukan korban PHK yang sudah sepatutnya mendapat pelatihan ketenagakerjaan," ujar Edi.

Edi juga menyatakan kecewa terhadap sikap Jamsostek yang terkesan mendukung Pemprov Jabar. "Sebelumnya tidak pernah kami temui ada BUMN yang sampai menyumbang kepentingan pemerintah," sindir Edi.

Edi berharap masukan-masukan pada Jamsostek kali ini bisa diproses lebih lanjut. Kalau tidak, mereka akan mengancam meneruskannya ke Jamsostek pusat. "Kami tidak segan untuk bersama-sama mengajukan keberatan ke menara Jamsostek," ujar Edi.




Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(tya/ern)


Berita Terkait