UAS BN SD Al-Azhar Diwarnai Pengunduran Diri 17 Guru

UAS BN SD Al-Azhar Diwarnai Pengunduran Diri 17 Guru

Baban Gandapurnama - detikNews
Senin, 11 Mei 2009 10:29 WIB
UAS BN SD Al-Azhar Diwarnai Pengunduran Diri 17 Guru
Bandung -

Kekisruhan internal yayasan pengelola SD AL Azhar 24 masih terus berlangsung. Bahkan menjelang pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) hari ini, Senin (11/5/2009), sebanyak 17 guru mengundurkan diri. Kini hanya tersisa dua guru yang mendampingi para murid kelas 6 mengikuti UASBN.

Pengunduran diri ke-17 guru tersebut terjadi pada Jum'at (8/5/2009). Total guru SD AL Azhar sebanyak 19 orang.

Kepala Dinas pendidikan Kota Bandung Oji Mahroji yang ditemui saat peninjauan ke SD Islam Al-Azhar 24 di Jalan Kartini menilai pengunduran diri yang dilakukan 17 guru tersebut adalah hak mereka. Namun Oji berharap pihak Yayasan Lembaga Pendidikan Masyarakat Bandung (LPMB), pihak yang mengklaim pengelola sah SD Al Azhar, secepatnya dapat mencari guru-guru pengganti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mengundurkan diri itu hak gurunya, tapi yayasan harus segera mencari guru baru baru," ujar Oji.

Masalah ini menurut Oji tidak terlalu banyak mempengaruhi pelaksanaan UASBN di sekolah yang berada di Jalan Kartini tersebut. "Mereka terlihat fresh. Dan yang terpenting mereka dapat melaksanakan UASBN dengan lancar," ujar Oji.

Pantauan detikbandung, sebanyak 22 siswa kelas 6 ikut ujian hari ini. Mereka dibagi dalam dua kelas. Satu kelas diisi 8 orang dan satu kelas lainnya 14 orang. Dalam 1 kelas mereka diawasai oleh 2 orang pengawas sama seperti pelaksanaan UASBN di SD lainnya.

Untuk kedepannya, Oji menyatakan akan terus mengawasi SD Islam Al-Azhar. Sementara itu beberapa orang tua siswa nampak sabar menunggui anak-anaknya yang sedang melaksanakan UASBN.

Sebelumnya diberitakan, kekisruhan sekolah ini bermula dari penyegelan yang dilakukan YLPMB yang merupakan pengelola lama SD Al Azhar. Yayasan Al Muchlis, yang mengklaim pengelola baru menyatakan YLPMB sudah tak mempunyai izin waralaba dari Yayasan Pendidikan Islam Al Azhar sejak 2007.

(tya/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads