Disdik Jabar: Seketat Apapun, Selalu Ada Yang Curang

Disdik Jabar: Seketat Apapun, Selalu Ada Yang Curang

- detikNews
Minggu, 10 Mei 2009 16:54 WIB
Bandung - Sekitar 800 ribu siswa kelas 6 SD di 19 ribu sekolah di Jabar, akan melaksanakan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UAS BN). Disdik Jabar sangsi pelaksanaan UAS BN besok, Senin (11/5/2009), akan bersih dari kecurangan.

"Pasar modal saja yang ketat sekalipun, ada saja pihak yang curang. Sistem keamanan seketat apa pun, selalu ada peluang bagi pihak-pihak yang curang," ujar Kepala Dinas Pendidikan Jabar Wahyudin Zarkasyi saat dihubungi melalui telepon, Minggu Sore (10/5/2009).

Dia menambahkan kecurangan dalam pelaksanaan UN ataupun UAS BN lebih berbahaya dengan terselipnya uang palsu di pasar modal. "Soal UAS atau UN satu jam saja lepas bisa bahaya, karena itu bisa dicopy banyak sekali. Makanya kita jaga ekstra ketat," katanya.

Menurutnya jika memang ada oknum guru atau siapa pun yang berani mencuri soal, maka akan langsung dilaporkan ke polisi. "Lembaran soal itu kan dokumen negara, jadi pasti kita akan lapor polisi," tegasnya.

Dia mengungkapkan untuk serah terima soal dari pusat dengan provinsi sudah dilaksanakan di Tangerang pada hari Senin lalu (4/5/2009), dan Jumat sudah mulai didistribusikan.

"Sabtu pagi sudah diterima di dinas tiap kabupaten dan kota masing-masing. Untuk yang jauh, siang ini sudah kita distribusikan. Kalau yang dekat, besok subuh baru kita distribusikan," jelasnya.

Dalam proses pendistribusian itu, dia mengaku melibatkan Polda Jabar dan juga Polres serta Polsek di seluruh Jabar. "Namun untuk pengawasan tak hanya bisa mengandalkan polisi, karena jumlah mereka terbatas. Semua lapisan masyarakat harus terlibat. Makanya saya senang kalau ada LSM atau wartawan yang aktif memberikan informasi kecurangan," ujar Wahyudin.

Wahyudin juga mengaku sudah mengimbau kepada seluruh guru agar tak berani berbuat curang. "Saya minta para guru menjaga kehormatan mereka, kita harus jaga. Selama enam tahun para murid diajar, jangan diciderai dengan reputasi guru yang tak baik," imbaunya.

Ketika disinggung mengenai tim sukses di setiap sekolah yang dikabarkan menghalalkan segala cara untuk kelulusan para siswa didiknya, Wahyudin menyatakan adanya tim sukses sekolah tak masalah jika tindakannya positif.

"Mereka kan yang mempersiapkan para muridnya untuk ujian selama setahun. Nah kalau pengertiannya negatif, ya enggak setuju lah," katanya.

Sekali lagi Wahyudin meminta seluruh masyarakat agar terlibat dalam pengawasan UAS BN. "Kalau menemukan kejanggalan atau kecurangan segera lapor," pintanya.
(ern/ern)


Berita Terkait