Menurut Chief of Lembaga Riset Telematika Sharing Vision Dimitri Mahayana saat berbincang dengan detikbandung, disela-sela sesi Sharing Vision 'IT Human Resources Trend & Considerations' di Hotel Aston Tropicana, Jalan Cihampelas, Jumat (8/5/2009) siang.
"Solusi bagi pendidikan adalah evaluasi seluruh kurikulum IT. Khususnya yang lanjutan, bukan yang dasar. Karena yang dasar tidak ada perubahan yang signifikan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau perlu mahasiswa tingkat akhir didorong untuk menciptakan sesuatu. Seperti yang dilakukan oleh SBM (School of Business Manajemen ITB - red). Disana mahasiswa dipaksa untuk menciptakan produk," kata Dimitri mencontohkan.
Kekhawatiran Dimitri terhadap masalah kurikulum IT cukup mendasar. Sebab, secara bisnis, jika IT dipercayakan kepada orang lain yang nota bene bukan dari internal perusahaan tersebut (outsourcing - red) akan sangat membahayakan.
"Ibaratnya karena nyawa kita dipegang orang lain. Saya harap bangsa kita bisa mengurangi ketergantungan outsource IT dari luar," pungkasnya.
(afz/ern)











































