Pakar Tuding Masyarakat Berperan dalam Pelanggaran UN

Pakar Tuding Masyarakat Berperan dalam Pelanggaran UN

- detikNews
Kamis, 07 Mei 2009 13:41 WIB
Pakar Tuding Masyarakat Berperan dalam Pelanggaran UN
Bandung - Pakar pendidikan Indonesia Arief Rachman mengecam pelanggaran yang kerap terjadi di dalam penyelenggaraan ujian nasional (UN) di tingkat SMP dan SMA. Ia menuding elemen masyarakat turut serta dalam pelanggaran tersebut. 

Pernyataan tersebut dikatakan Arief saat menghadiri seminar Hari Pendidikan Nasional 2009 di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), di Jalan Setiabudi, Kamis (7/5/2009).

"Saya mengecam hal ini sampai terjadi, saya mohon rakyat dan bangsa belajar untuk jujur. Tidak lulus UN tidak apa-apa yang penting menentukan watak dan karakter bangsa," kata Arief.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelanggaran yang sering ditemukannya, kata dia, upaya untuk membocorkan jawaban soal UN dan meluluskan anak dengan cara yang tidak benar.

Faktor pendorong pelanggaran, tambah Arief, bukan hanya terjadi di lingkungan sekolah seperti guru dan kepala sekolah, tapi juga di masyarakat.

"Semua pihak termasuk masyarakat," sebutnya. Dia mencontohkan orangtua yang berusaha meluluskan anak dengan berbagai cara, seperti mencari kunci jawaban untuk anaknya.

Lebih lanjut Arief mencontohkan bentuk pelanggaran yang ia temukan tahun lalu, seperti ada kepala sekolah yang berkeliling ke tiap kelas ketika ujian berlangsung dan meminta siswa untuk tidak mengisi lembar jawaban kalau siswa tidak bisa mengerjakan soal ujian, dan diluluskan oleh tim sukses sekolah tersebut.

"Saya menduga demikian, dari apa yang saya temukan tahun lalu," terang Arief.

Menurut Arief, jumlah pelanggaran UN di Indonesia bisa mencapai di atas 300 pelanggaran, dengan asumsi di satu daerah terjadi 10 kasus pelanggaran.


Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(ahy/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini