Mandi Cuci Kakus (MCK) plus di RT 5 RW 7 Kelurahan Lebak Siliwangi Kecamatan Coblong, sementara septiktank komunal di RW 1 Kelurahan Pasirluyu Kecamatan Regol, yang keduanya diresmikan secara serentak oleh Wali Kota Bandung Dada Rosada di Kebun Binatang Bandung, Jalan Taman Sari, Rabu (6/5/2009).
MCK Plus berdiri di atas 325 meter persegi yang terdiri dari 8 WC dan satu tempat cuci, yang mana air kotor ditampung di satu tempat lalu diolah dengan teknik biodigester. Di mana teknik ini berfungsi menguraikan air kotor yang berasal dari kegiatan buang air besar, akan diolah dan dihasilkan gas metan. "Nah gas metan ini selanjutnya bisa dimanfaatkan jadi bahan bakar alternatif," jelas Dada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu di tempat yang sama, Direktur Air Kotor PDAM Bandung Pian Sopian menyatakan pengelolaan MCK Plus diserahkan kepada masyarakat setempat. "Nanti tarifnya mereka yang menentukan, tapi saya pesan jangan ambil untung," katanya.
Menurut dia, hasil pengolahan buang air besar dari MCK Plus akan menghasilkan gas metan yang bisa dimanfaatkan untuk energi alternatif tiga hingga empat rumah. Namun dia tidak menjelaskan berapa banyak gas metan yang bisa dihasilkan. "Ini kan masih pertama, masih uji coba," katanya.
Untuk septiktank komunal, kata dia, bisa menampung 500 rumah. Nantinya akan diambil oleh mobil PDAM dan diangkut ke pengolahan air limbah di Bojong Soang untuk diolah kembali. (ern/ern)











































