Situasi pasca bentroknya warga Kampung Babakan dengan Satpol PP kemarin, warga tak terlihat berkerumun lagi di jalanan. Mereka lebih memilih berada di rumahnya masing-masing. Meski demikian, warga siap kembali menghadang Satpol PP jika eksekusi belasan rumah warga tetap dilakukan.
Hendra Wijaya, Koordinator Warga Kampung Babakan di dua RT yaitu RT 6 dan RT 7, RW 7 Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay, menyatakan walau bagaimana pun warga akan tetap bertahan dan siaga.
"Warga sih tidak dikumpulkan di satu tempat, mereka tinggal di rumahnya masing-masing. Tapi kami tetap siaga dan akan tetap bertahan," tandasnya saat ditemui di kediamannya, Rabu (6/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau Satpol PP tetap akan membongkar, kami akan tetap melakukan hal yang sama seperti kemarin untuk mempertahankan lahan kami," tegasnya.
Menyinggung soal adanya korban dari wartawan yang jatuh pingsan karena dilempar batu dan kayu, Hendra menyatakan bukan warga yang melakukannya. Menurutnya ada penyusup dalam aksi kemarin.
"Ada penyusup sekitar tujuh orang yang memakai baju preman. Pas kemarin datang, mereka ada di barisan Satpol PP," ujarnya.
Menurut Hendra kasus ini akan diserahkan ke pengacara warga. Dia mengaku hingga hari ini belum ada warga yang diminta keterangan oleh polisi terkait laporan wartawan serta Satpol PP ke Polresta Bandung Barat.
Pantauan detikbandung, pintung seng setinggi 2,5 meter yang kemarin sempat akan dirobohkan backhoe oleh Satpol PP kini dirantai dan digembok.
Eksekusi lahan seluas 1.800 meter persegi yang akan dilakukan Satpol PP kemarin berlangsung ricuh. Warga langsung menyambut mereka dengan lemparan batu dan balok kayu. Akhirnya terjadi perang batu di antara keduanya sehingga membuat korban dari kedua belah pihak. Delapan warga luka, empat petugas Satpol PP luka, dan satu wartawan televisi juga terluka hingga harus dibawa ke RS.
Aksi pembongkaran yang rencana dilakukan kemarin merupakan pembongkaran keempat kali, setelah pada Februari 2009 lalu dilakukan tiga kali pembongkaran, yaitu pada tanggal 10, 12, dan tanggal 17.
Awalnya di atas lahan 1.800 meter persegi ini, ada 125 rumah dengan 128 KK. Saat ini yang tersisa hanya 15 rumah dengan 36 KK. Polemik ini muncul atas rebutan hak tanah antara ahli waris Mursani dan Sugiwan Sutoro, yang mengaku telah membeli tanah itu.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (ern/ern)











































