Kasie Pembinaan SSN, SBI, dan Kerjasama Pendidikan Tinggi Bidang Diknas Jabar, Iip Hidajat menyebut jumlah sekolah menengah atas yang ada di Jabar berjumlah sekitar 1.217. "Itu baru data untuk SMA, belum ditambah SMK. Jika ditambah SMK mungkin jumlahnya diatas 1.600," ujar Iip.
Dari 1.217 SMA di Jabar, baru 397 yang berstatus SSN. Sekolah Standar Nasional adalah sekolah yang hampir memenuhi atau telah memenuhi 8 Standar Pendidikan Nasional, yaitu standar isi, standar kompetensi lulusan, standar proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar penilaian, dan standar pembiayaan.
Setelah masuk dalam kategori SSN dengan telah memenuhi 8 Standar Pendidikan Nasional, barulah sekolah tersebut dapat menjajaki untuk masuk dalam daftar RSBI dengan syarat-syarat lainnya.
Kriteria minimal untuk RSBI diantaranya Terakreditasi A, tidak 'double shift', tersedia tenaga pengajar yang mampu mengajar dengan bahasa inggris untuk mata pelajaran MIPA dan inti kejuruan, dan tersedia sarana penunjang yang memadai untuk menunjang proses pembelajaran yang bermutu.
Sebanyak 65 sekolah yang terdiri dari SMA dan SMK untuk RSBI ini diberikan kepada Departemen Pendidikan Nasional sebagai rekomendasi untuk memperoleh label Sekolah Bertaraf Internasional. "Disdik tingkat kota dan provinsi hanya memberikan rekomendasi, yang menentukan adalah pusat," ujar Iip.
Iip berharap di tahun 2010, 65 sekolah tersebut dapat menjadi SBI. "Jika tidak ada halangan, kami inginnya 65 sekolah tersebut jadi SBI," ujar Iip. Dari 65 sekolah yang direkomendasikan menjadi SBI atau saat ini masih berstatus RSBI, 3 sekolah diantaranya berada di Kota Bandung. Yaitu SMAN 3, 5 dan Krida Nusantara.
(tya/ern)











































