Konflik Internal, Murid SD Al Azhar Belajar di Luar Kelas

Konflik Internal, Murid SD Al Azhar Belajar di Luar Kelas

Baban Gandapurnama - detikNews
Senin, 04 Mei 2009 10:33 WIB
Konflik Internal, Murid SD Al Azhar Belajar di Luar Kelas
Bandung -

Suasana tegang antara orangtua siswa dan pengurus yayasan mewarnai SD Islam Al Azhar 24 , Jalan Kartini, Senin (4/5/2009). Masalah bersumber dari konflik internal yayasan yang berimbas pada terganggunya proses belajar mengajar siswa.

Diketahui perang mulut terjadi karena orangtua siswa meminta pada Yayasan Lembaga Pendidikan Masyarakat Bandung (YLPMB) sebagai pengurus lama sekolah agar memberikan kembali akses belajar mengajar di sekolah yang berada di dalam komplek SMP BPP.

Sabtu (2/4/2009) kemarin, pengurus yayasan lama menyegel sekolah tersebut dengan menempel lembar kertas HVS A4, yang berisikan teguran kepada Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar sebagai pengurus baru agar dapat memperpanjang kerjasama yang telah disepakati keduanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibat konflik tersebut, 123 murid harus belajar di luar kelas. Murid kelas 1 sampai 5 belajar di Masjid Nurul Ikhlas yang berada di dalam komplek SMP BPP, dan murid kelas 6 meminjam salah satu ruang kelas SMP BPP.

"Memang secara psikologis ini mengganggu terutama untuk kelas enam, tapi kami yakin akan bisa dilakukan di tempat ini," kata Kepala Sekolah SD Islam Al Azhar Dwi Suciani kepada wartawan, Senin (4/5/2009).

Dwi mengatakan, dirinya belum mengetahui jelas duduk persoalan penyegelan yang dilakukan di sekolah yang dipimpinnya tersebut. "Persoalannya apa saya belum tahu jelas, meski demikian kita sudah beritahukan perihak penyegelan kepada orangtua murid, Sabtu kemarin," kata Dwi.

Dwi berharap konflik yang terjadi antar lembaga sebaiknya diselesaikan secara kelembagaan sehingga tidak berdampak kepada murid sekolah.

"Kita ingin kegiatan belajar mengajar terus berlanjut, persoalan antar yayasan sebaiknya diselesaikan antar yayasan," tegas Dwi.

Dari pantauan detikbandung, pagar masuk sekolah terkunci rapat dengan rantai dan gembok. Sementara itu beberapa orangtua siswa menunggu di luar sekolah.

(ahy/ern)


Berita Terkait