Menurut salah seorang relawan SDF Irvan Racamawan pihaknya menemukan ada kesalahan persepsi masyarakat terhadap penyakit lupus. "Selama ini banyak yang mengartikan Odapus (Orang denga penyakit lupus) sebagai orang-orang yang malas di tempat kerja ataupun lupus menular. Padahal stigma tersebut tidak benar," tutur Ivan ditemui di sela-sela acara.
Penyakit lupus memang belum banyak diketahui oleh masyarakat. Hal ini menurut Irvan menjadi tantangan untuk tim medis untuk mengenalkan penyakit lupus pada masyarakat terutama di daerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam aksi ini para relawan SDF yang mayoritasnya perempuan menggunakan topeng kupu-kupu berwarna biru. Mereka juga membawa poster yang bertuliskan 'Buka Mata dan Hati Anda untuk Lupus'.
Beberapa orang tampak berdiri di pembatas jalan dan tepian jalan, sebagian lagi membagikan leaflet yang berisi gejala-gejala penyakit lupus. Sampai saat ini acara masih berlangsung.
Puncak aksi rencananya akan dilakukan 9 Mei mendatang dalam acara bertajuk Morning Light yang dikemas dalam nuansa drama musikal.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (ema/ema)











































