Seperti dikatakan oleh Managing Director CV Pelopor Inovasi, distributor tunggal Lego Mikrobot di Indonesia, Bambang Rusli. Sejak masuk ke Indonesia 2003 silam, Lego Mikrobot mengalami pertumbuhan penjualan yang signifikan.
"Sekolah dasar dan menengah justru banyak permintaan ke kita. Di Bandung, misalnya, produk kami banyak diserap sekolah-sekolah unggulan seperti SD-SMP Trimulya dan Bandung Alliance International School (BAIS). Padahal satu unitnya kami jual Rp 4,6 juta," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita ingin semuanya menyenangkan bagi anak-anak. Itu kenapa bentuk NXT (tipe robot Lego untuk edukasi - red) bisa dirakit dan diprogram dengan software yang berbasis simbol dan gambar. Bukan bahasa algoritma yang rumit. Sehingga anak SD pun bisa memprogramnya," terangnya.
Tak heran permintaan akan robot pun meningkat tajam. Dari tahun sebelumnya yang angka penjualannya hanya berkisar 30 unit saja, saat ini melonjak menjadi hampir 400-an unit.
"Tahun 2008, sekitar 300 unit produk kami, ini naik pesat karena pada 2003 masih kurang dari 30 unit. Targetnya tahun ini meningkat lagi, 400-an unit," katanya.
(afz/ern)










































