Dirut RSHS Cissy S Prawira mengatakan meski virus flu babi atau H1N1 tak terlalu berbahaya seperti flu burung atau H5N1, namun RSHS tetap akan siaga.
"Kami akan menyediakan kamar di ruang isolasi Ruang Flamboyan yang biasa dipakai untuk pasien flu burung," katanya saat jumpa pers di RSHS, Jalan Pasteur, Selasa (28/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cissy menambahkan pihak RSHS akan melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk pencegahan flu babi. "Kami juga akan membuka hotline khusus. Jadi kalau ada masyarakat yang lihat ciri-ciri flu babi bisa informasikan pada kami. Nah kalau memang diperlukan bisa dibawa ke sini, dan kami akan siapkan dulu," jelas Cissy.
Lebih lanjut Cissy mengatakan untuk saat ini RSHS kekurangan alat perlindungan perseorangan (APP) berupa helm, jas, sepatu boot, masker, dan kacamata. "Satu setnya cukup mahal, harganya Rp 300 ribu per set. Itu hanya bisa dipakai sekali saja," katanya.
"Bayangkan saja, kalau setiap pasien harus dikunjungi oleh dokter sampai tiga kali sehari, setiap pasien setiap harinya ditambah dengan pengunjung dan lainnya bisa mencapai 50 set," kata Cissy.
(ern/ern)











































