Lima Alat Pengukur Polusi Udara di Bandung Rusak.

Lima Alat Pengukur Polusi Udara di Bandung Rusak.

- detikNews
Jumat, 24 Apr 2009 16:40 WIB
Lima Alat Pengukur Polusi Udara di Bandung Rusak.
Bandung - Lima alat pemantau kadar polusi udara di Bandung diakui Kepala BPLH Kota Bandung Dandan Reza Wardana dalam keadaan rusak. BPLH berharap pemerintah pusat turun tangan.

Dikatakan Dandan, pihaknya berharap bantuan pemerintah pusat dalam hal ini kementrian lingkungan hidup, membantu perbaikan alat pengukur kadar polusi di Bandung.

Menurutnya biaya pemeliharaan satu alat pengukur kadar polusi terbilang mahal. Untuk satu alat perawatan dihargai Rp 500 juta. "Jadi bisa dibayangkan jika ada lima dalam keadaan harus diperbaiki, berarti kita harus membutuhkan sedikitnya Rp 2,5 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dandan mengatakan saat ini pihaknya sedang menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat agar kelima alat pengukur udara dapat berfungsi kembal, "Karena itu kan dari pusat," ujar Dandan.

Alat pengukur kadar polusi udara, harap Dandan, dapat berfungsi kembali tahun depan. Bagaimanapun juga alat tersebut berguna untuk mengukur tingkat polusi di Bandug.

"Setidaknya setelah kita mengetahui kadar polusi, kita bisa ambil kebijakan dan langkah selanjutnya," jelas Reza.

Kelima alat tersebut ditempatkan di lima titik di Bandung yakni, di Bundaran Cibiru, Tegallega, Setiabudi, Pasteur, dan Cicadas.



Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(ahy/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini