Demikian dikatakan oleh Chief Operation MarkPlus Insight Hasanuddin saar presentasi tentang Co Creation 'Making User-Generated Content Work' di Grand Ballroom Hotel Grand Hyatt, Kamis (23/4/2009) malam.
"Dengan Co Creation bisa membuat produk yang dilempar ke pasaran bisa diterima oleh pasar. Hal ini karena produk tersebut merupakan keinginan konsumen," ujar Hasanuddin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Hasanuddin menyayangkan kondisi di Indonesia. Karena dalam konsep yang merupakan turunan dari New Wave Marketing ini, membutuhkan internet sebagai perantara komunikasi antara konsumen dengan produsen. Walaupun seperti itu, Hasanuddin berharap spirit Co Creation bisa tumbuh seiring pertumbuhan internet di Indonesia.
"Indonesia selama ini belum sampai kesana tapi spiritnya harus sudah ada. Harus tunggu 2-3 tahun lagi. Saya yakin itu karena berdasarkan data 2008, user internet sudah 25 juta dan Menkominfo juga menjanjikan 2010 internet ada di desa-desa. Jadi Co Creation nanti akan booming," paparnya.
Walaupun di luar negeri konsep Co Creation melibatkan konsumen secara aktif bahkan sampai membagi keuntungan. Seperti LEGO semua desainnya yang buat konsumen. Atau Fiat 500 desainnya yang membuat adalah konsumennya. Namun Hasanuddin berpesan untuk kondisi di Indonesia lebih baik tidak seperti di luar negeri.
"Di Indonesia jangan dibuka seperti itu. Tapi merangkul konsumen dan menjadikan konsumen sebagai bagian dari kita itu harus. Karena Co Creation bisa berjalan harus pilih konsumen yang loyal dan kreatif karena kita butuh ide dan ide muncul dari yang kreatif," pungkasnya.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(afz/lom)











































