Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati tahun internasional planet bumi 2007-2009 dan hari bumi 2009 ini diikuti oleh 150 siswa SD sampai
SMP. Selain seminar tentang dirgantara dan antariksa, lomba 3 R serta pengamatan matahari juga dilaksanakan di tempat yang sama.
"Ini untuk memberikan inspirasi kepada masyarakat khususnya generasi muda untuk lebih mengenal bumi tempat mereka hidup," papar Ketua Pelaksana Acara Dadang
Subarna.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
rumah kaca.
Azka (12), siswa kelas VI SD Angkasa III, tampak fasih bicara tentang pemanasan global. Penyebab dan akibat dari pemanasan global pun dia tahu. Tapi lucunya
saat ditanya tentang efek rumah kaca, dengan lantang menjelaskan efek rumah kaca karena bangunan banyak yang menggunakan kaca.
"Efek rumah kaca itu karena banyak bangunan yang menggunakan kaca. Jadi cuaca jadi semakin panas sekarang," kata Azka polos.
Dadang juga menyayangkan sampai saat ini pendidikan tentang dirgantara dan antariksa masih terbatas. Karenanya dalam acara tersebut juga digelar eksperimen
tentang cuaca dan iklim.
"Ada sekitar 10 eksperimen tentang cuaca dan iklim. Misalnya eksperimen tentang pembentukan awan, el nino, konveksi ataupun tornado. Ini agar generasi muda bisa mengetahui apa yang terjadi dan apa yang menyebabkannya. Sehingga kesadaran akan lingkungan sudah tumbuh dari usia dini," pungkasnya.
(afz/ern)










































