Pantauan detikbandung, dari 10 konter costumer service yang ada 9 diantaranya adalah wanita-wanita cantik yang mengenakan kebaya berwarna hitam. Bukan hanya busana, cemilan jajanan pasar juga di sediakan di pintu masuk Grapari.
Manager Grapari Bandung Sri Bimo Ariyanto saat berbincang dengan detikbandung mengatakan bahwa pihaknya sengaja memberikan penampilan yang berbeda untuk pelanggan di Hari Kartini ini.
"Kita ingin memberi warna pada peringatan hari Kartini ini. Dan ini sudah jadi tradisi bagi kami. Selain hari kartini, hari jadi Telkomsel yang jatuh pada 26 Mei juga kita juga berkebaya dan beskap. Bahkan hari besar nasional kita selalu peringati," terang pria penggila bola ini.
Penampilan para frontline Grapari Telkomsel Bandung juga diapresiasi oleh para pengunjung. Tidak hanya senyuman, ucapan selamat hari kartini juga mengalir dari para pelanggan Telkomsel.
Seperti yang dilakukan oleh Tendy (31), walaupun dirinya mendapatkan nomor antrean yang cukup panjang, namun tidak tampak kekesalan diwajahnya. Bahkan dengan nyaman dirinya duduk menunggu nomornya dipanggil.
"Ini pengalaman yang berbeda saja. Cantik-cantik dan ramah-ramah. Saya suka," ujarnya yang datang dengan maksud untuk memblokir nomornya yang hilang.
Walaupun mengenakan kebaya, kecekatan para costumer service patut diacungi jempol. Tak terlihat sedikitpun kesan ribet, seperti dituturkan Dita Meilita.
"Ngga ribet, lucu malah. Dan memang ini sudah rutin kita lakukan tiap kali Hari Kartini," ujar gadis manis ini ramah.
Bimo juga menegaskan, bahwa dengan mengenakan pakaian adat tersebut justru dituntut untuk memberikan pelayanan lebih kepada pelanggan. "Tidak mengganggu. Justru harus lebih melayani pelanggan kami," pungkas Bimo yang saat itu juga mengenakan beskap.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(afz/lom)











































