Mei, Indonesia Punya Intellectual Property Academy

Mei, Indonesia Punya Intellectual Property Academy

- detikNews
Selasa, 21 Apr 2009 20:39 WIB
Mei, Indonesia Punya Intellectual Property Academy
Bandung - Indonesia segera memiliki Intellectual Property Academy (IPA) pada Mei tahun ini. IPA adalah lembaga pendidikan formal di bidang hak kekayaan intelektual (HKI) pertama di Indonesia.

Demikian penjelasan Sekretaris Tim Nasional Penanggulangan Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual Andy N Sommeng usai sosialisasi Kampanye Nasional Hak Kekayaan Intelektual di Ruang Berlian 2, Hotel Holiday Inn Bandung, Selasa (21/4/2009) sore.

"Ini pertama di Indonesia dan Indonesia adalah negara ketiga di Asia Tenggara yang mempunyai IPA," kata Andy.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Andy, IPA pada prinsipnya adalah lembaga pendidikan formal di bidang HKI. Fakultas Hukum Universitas Indonesia menjadi koordinator sementara dari lembaga pendidikan yang rencananya mempunyai dua program yakni degree untuk strata sarjana hingga doktor ini. Sedangkan non-degree yang ditujukan untuk para konsultan yang bergerak di bidang HKI.

"Sementara IPA di UI dikelola oleh Fakultas Hukum. Kelak akademi ini akan dikelola oleh pihak universitas," ujar pria juga menjabat sebagai Dirjen Hak Kekayaan Intelektual Departemen Hukum dan Hak Azasi Manusia ini.

Disinggung mengenai kemungkinan HKI akan masuk dalam kurikulum pendidikan tinggi di Indonesia, Andy mengaku hal tersebut merupakan kewenangan dari Departemen Pendidikan Nasional.

"Nanti dicetak modul pendidikan HKI, tapi kurikulum tergantung dari Diknas. Secepatnya lebih baik. Namun perlu ditegaskan bahwa kita mulai dari pendidikan tinggi namun secara bertahap akan kita arahkan ke pendidikan dasar dan menengah," terangnya.

Andy berharap dukungan dari semua pihak bisa membuat HKI menjadi model pendidikan yang tidak hanya ada di sekolah semata, namun juga menjadi nilai dalam kehidupan bermasyarakat.

"Di Jepang, HKI sudah diterapkan di TK menjadi semacam ekstrakurikuler. Dimulai dari hal-hal mendasar yang menyentuh kehidupan manusia. Misal anak TK di Jepang diajari untuk membeli es cream jangan yang tidak ada mereknya karena nanti kalau ada apa-apa tidak ada yang bertanggung jawab. Semakin dimulai dari usia dini semakin baik, jadi setiap orang berkarya akan dihargai," pungkasnya.



Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung
.

(afz/lom)


Berita Terkait