"Kalau SDM sudah mencukupi, kalau ketersediaan alat belum maka itu kita harus kerjasama dengan rumah sakit lainnya," kata Direktur RSHS Cissy RS Prawira kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (20/4/2009).
Rumah sakit yang menjadi target kerjasama RSHS guna pemeriksaan bayi kembar siam kemungkinan besar adalah RS Borromeus Bandung. Rujukan tersebut, kata Cissy, berdasarkan tim dokter yang menangani Fadlan an Fadli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cissy juga menambahkan, niatan menggandeng RS Borromeus karena jaraknya yang masih berada di dalam kota, karena tidak memungkinkan untuk membawa bayi ke luar kota.
"Yang di dalam Kota saja sudah riskan, apalagi di luar kota," kata Cissy menambahkan jika alat yang diperlukan dalam pemeriksaan bayi kembar tidak mungkin keluar dari rumah sakit.
"Jadi bayinya yang datang ke rumah sakit yang memiliki alat itu," jelas Cissy.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(ahy/ahy)











































