21 Partai Pilih Walk Out

Rapat Pleno Penghitungan Suara Pileg

21 Partai Pilih Walk Out

- detikNews
Minggu, 19 Apr 2009 11:28 WIB
Bandung - Karena tuntutan tidak dipenuhi KPU, sebanyak 21 partai memilih walk out dari Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara dan Penetapan hasil akhir pemilu DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten Kota di Hotel Grand Pasundan, Minggu (19/4/2009). Ke-21 partai tersebut menuntut KPU untuk melakukan penghitungan suara ulang semua TPS di Kota Bandung.

Menurut Ketua DPD Partai Merdeka Kota Bandung Oom Supriatna, pihaknya menuntut penghitungan suara ulang TPS di Bandung namun tidak ditanggapi KPU. Dengan alasan pihaknya datang sebagai undangan. Sesuai dengan peraturan, undangan tidak diperbolehkan memberikan usul atau saran.

Oom menjelaskan, pihaknya baru mendapat undangan untuk menghadiri rapat pleno KPU Sabtu malam (18/4/2009). "Undangan baru saya ambil jam 08.00 WIB tadi. Akhirnya kami tidak sempat untuk memberikan mandat pada saksi karena undangan telat," ujar Oom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akhirnya bersama 20 partai lainnya memilih menarik saksi-saksi mereka dari ruang rapat pleno terbuka KPU. "Aspirasi saksi dan pimpinan partai tidak nyambung," ujarnya.

"Kita akan pulang. Kita nggak akan anarkis," lanjut Oom. Bersama 20 partai lainnya Oom menyatakan akan mengikuti peraturan yang berlaku dengan mengadukan hal tersebut pada MK.

"Malam ini akan disusun semua bukti akan diserahkan besok," ujarnya.

Pantauan detikbandung, sejumlah saksi dan pimpinan dari 21 partai tersebut masih berkumpul di depan ruang rapat pleno dan belum keluar dari Hotel Grand Pasundan. Selain Partai Merdeka tampak juga Partai PNI Marhaenisme, PKPI, Partai Buruh, dan Partai Barisan Nasional.

Sebelumnya ke-21 parpol tersebut menyatakan menolak hasil pemilihan legislatif (pileg) Kota Bandung 2009. Dalam pernyataan tersebut, mereka menilai pileg di Bandung harus diulang karena adanya ketidakjelasan DPT dan keterlambatan rekapitulasi.
(ema/ema)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads