"Tahun ini kita siapkan portofolio 1.000 bahan mata kuliah untuk ditaruh di website," ujar Sekertaris Satuan Penjaminan Mutu (SPM) ITB Dr Satria Bijaksana,
saat berbincang dengan detikbandung di kampus ITB, Jalan Ganesha No 10, Jumat (17/4/2009).
Menurut Satria, hal ini dilakukan agar memudahkan mahasiswa dan orang di luar kampus untuk mengetahui kegiatan belajar mengajar di kampus ITB. Selain itu juga untuk memotivasi dosen atau pengajar agar lebih giat lagi melakukan riset dan mempublikasikannya.
"Jadi orang dari Jepang misalnya, ingin tahu tentang ITB, apa sih yang diajarkan di ITB atau ITB sedang melakukan riset apa, itu bisa tahu. Ditambah lagi jika
hal tersebut bisa dilakukan dengan baik, otomatis nama ITB akan semakin dikenal di seluruh dunia," ungkapnya.
Namun, saat ini kendala yang besar yang dihadapi oleh Satria adalah mengumpulkan portofolio materi ajar yang akan dipublikasikan. Menurutnya masih banyak yang
belum mau mempublikasikannya karena berbagai sebab.
Salah satunya adalah masalah bajak membajak, tapi menurutnya di zaman serba transparan ini justru dengan
dipublikasikan karyanya justru akan mudah diidentifikasi apakah karyanya hasil bajakan atau bukan.
"MIT (Massachusetts Institute of Technology - red) saja yang sudah katakanlah dewanya saja masih mau bahkan banyak melakukan publikasi karya ilmiahnya. Nah,
masa kita tidak mau. Saya malah berpikir jangan-jangan memang tidak ada karya yang mau dipublikasikan," terangnya.
(afz/ern)











































