Dalam rilisnya yang diterima detikbandung, Jumat (17/4/2009), Ketua Panitia Dadang Subarna, menyatakan perayaan Hari Bumi di LAPAN kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
"Tahun ini kami melibatkan secara aktif para remaja dan anak-anak, untuk berusaha sekecil apa pun ikut menyelamatkan bumi. Karena itu kami merangkul sekolah-sekolah," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Eksperimen akan digambarkan melalui berbagai cara dan peralatan yang sederhana. Eksperimen mengenai proses pembentukan awan misalnya, hanya memerlukan alat yakni wadah logam, teko, toples gelas, air panas, dan es. Para peneliti LAPAN akan memandu para guru dan siswa dalam melakukan eksperimen tersebut, juga diperkenalkan pula GCM for education untuk para guru dan siswa.
"Tujuannya membangkitkan minat remaja dan anak-anak pada sains atmosfer juga memperkaya pembelajaran sains di sekolah-sekolah," ungkap Ketua Tim Eksperimen, Didi Satiadi.
Selain eksperimen, kegiatan yang tak kalah seru adalah lomba karya inovatif 3R (Reduce, Reuse, Recycle). "Seperti mengurangi pencemaran udara dan mendaur-ulang barang bekas," jelas Dadang.
Lomba inovatif terbuka bagi para siswa dan guru SMU atau sederajat yang tergabung dalam kelompok-kelompok. Peserta diharuskan membuat sebuah karya inovatif di sekolah masing-masing dan membawa karya tersebut serta menjelaskannya kepada penguji pada hari pelaksanaan lomba, 22 April mendatang. Lomba ini memperebutkan hadiah total sebesar Rp 7.500.000 yang akan diberikan kepada pemenang pada hari pelaksanaan acara.
Selain dua acara itu, juga akan digelar pameran, bazar produk ramah lingkungan, dan ceramah umum.
(ern/ern)