Sebanyak 160 clothing dan distro akan dari Bandung, Jakarta, Jogya, Malang, dan Makassar akan meramaikan Kickfest dari 17-19 April 2009. Beda Halnya dengan Kickfest Bandung yang digelar di area outdoor, Kickfest Jogya digelar di dalam ruangan Jogya Expo Center (JEC) venue yang cukup representatif. Inilah yang membuat Jogya dipilih sebagai tempat penyelenggaraan Kicfest.
Alasan lainnya, menurut Tubagus Fiki Chikara Satari, Ketua Kick, lokasi Jogya relatif mudah dijangkau khususnya oleh clothing-clothing dari Bandung. Jogya, menurut Fiki, setelah Bandung, Jogya menempati urutan kedua clothing dan distro terbesar di Indonesia.
"Lebih dari seratusan clothing ada di Jogya," ujar Fiki. Tumbuh suburnya clothing di Jogya menurut Fiki karena komunitas anak muda Jogya bisa dibilang kompak. Itu juga yang menjadi alasan lain Kickfest kali ini digelar di Jogya.
Fiki menuturkan, sukses Kickfest 2008 lalu di Jogya sebenarnya di luar dugaan. Sekitar 60 ribu pengunjung tersedot ke area exhibisi Kicfest yang indoor. Bahkan panitia sempat kewalahan menampung pengunjung sampai akhirnya terpaksa menutup area JEC untuk penambahan pengunjung. Padahal Kickfest di Jogya dikenakan HTM sebesar Rp 5 ribu sebagai salah satu cara memfilter pengunjung.
"Jumlah pengunjung luar biasa padahal indoor," tuturnya. Hasilnya, jumlah transaksi yang didapatkan selama tiga hari digelarnya Kicfest sebesar Rp 5 miliar tanpa bantuan sponsor.
Begitupun dengan Kickfest Jogya kali ini, tanpa bantuan sponsor sama sekali. Menurut Fiki, pembiayaan yang hampir memakan Rp 1 miliar ini merupakan hasil swadaya dari para partisipan. "Sari kita oleh kita untuk kita. Semangat bareng-bareng," ujar Fiki.
Bagaimana ekspektasi Kick untuk Kickfest Jogya tahun ini? Fiki mengatakan harapan Kick tidak muluk-muluk. Mengingat kondisi perekonomian yang lagi lesu dan turunnya daya beli masyarakat, Fiki berharap minimalnya Kickfest Jogya kali ini bisa menyamai sukses tahun lalu.
Konsep Kickfest Jogya 2009, papar Fiki, mencoba memperkenalkan konsep exhibisi. Bukan hanya ada booth-booth biasa tapi juga memperkenalkan even industri yang mengedepankan image pencitraan. Desain-desain booth dibuat unik sehingga tidak hanya sekadar jualan tapi juga memperlihatkan nilai-nilai estetis. (ema/ern)











































