Dua penemu kerang raksasa yang belakangan dipastikan adalah fosil mulai resah. Mereka mengaku banyak orang datang dan sebagian mengaku sebagai peneliti. Bahkan orang yang mengaku peneliti dari ITB itu berjanji akan mendatangkan kurator dari Jerman dan Perancis untuk mentaksir harga fosil kerang tersebut.
"Tadi pagi saya kedatangan orang yang mengaku peneliti dari ITB. Dia bilang akan mendatangkan kurator dari Jerman dan Perancis untuk mentaksir harga fosil kerang itu. Kata dia kalau di Eropa bisa laku sampai Rp 100 juta," ujar Baron (40) yang ditemui di kediamannya Karees Kulon Kelurahan Malabar Kecamatan Lengkong, Rabu (15/4/2009).
Namun, Baron yang merupakan penemu fosil kerang raksasa di bantaran kali anak Sungai Cikapundungb tiga tahun ini, mengaku tak akan melepas kerang fosil ini ke sembarang orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Edi Hidayat (28) yang kebetulan tengah berada di rumah Baron pun mengamininya. Menurutnya kalaupun fosil kerang yang dia temukan tak jadi diambil Museum Geologi, dia hanya akan melego fosil itu kepada orang Indonesia.
"Ketemunya juga di Bandung, ya nanti kalaupun ada yang beli harus orang Bandung atau orang Indonesia juga," kata Edi.
Baik Edi maupun Baron mengaku hingga kini mereka masih menunggu keputusan dari Museum Geologi soal fosil kerang yang mereka temukan. Mereka berharap jika pihak museum akan mengambilnya, segera dilakukan sesuai prosedur.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(ern/ern)










































