Pakai Voucher Bukan Untuk Cari Untung

Hotspot di UPI Berbayar

Pakai Voucher Bukan Untuk Cari Untung

- detikNews
Selasa, 14 Apr 2009 16:10 WIB
Pakai Voucher Bukan Untuk Cari Untung
Bandung - Penggunaan sistem voucher untuk akses internet di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bukan untuk mencari untung. Bahkan dari hasil penjualan voucher pun tidak cukup untuk operasional dan pemeliharaan.

"Kita tidak mencari untung dari sini. Dan ini adalah kebijakan rektor. Kami di sini (direktorat TIK UPI - red) hanya melaksanakan saja. Jadi ini sah dan legal," ujar Dr. Munir, M.IT, Direktur, Direktorat TIK Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kepada detikbandung, Selasa (14/4/2009).

Memang dari data penjualan voucher yang ditunjukan oleh Munir kepada detikbandung, rata-rata penjualan hanya Rp 400-500 ribu per hari. Jumlah ini sangat jauh jika dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan setiap tahunnya. Rata-rata mahasiswa membeli voucher dengan nominal Rp 10 ribu untuk lama akses 4 jam dan batas waktu pemakaian 2 minggu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tender bandwith itu mencapai Rp 2,3 miliar pada tahun 2008. Tahun ini meningkat jadi hampir Rp 2,9 miliar. Jadi kalau buat bayar bandwith saja tidak akan cukup itu," kata Munir.

Pemenang tender untuk akses internet di UPI adalah Astinet. Astinet adalah layanan akses internet dan multimedia milik TELKOM.



Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.

(afz/lom)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini