"Kita tidak mencari untung dari sini. Dan ini adalah kebijakan rektor. Kami di sini (direktorat TIK UPI - red) hanya melaksanakan saja. Jadi ini sah dan legal," ujar Dr. Munir, M.IT, Direktur, Direktorat TIK Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kepada detikbandung, Selasa (14/4/2009).
Memang dari data penjualan voucher yang ditunjukan oleh Munir kepada detikbandung, rata-rata penjualan hanya Rp 400-500 ribu per hari. Jumlah ini sangat jauh jika dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan setiap tahunnya. Rata-rata mahasiswa membeli voucher dengan nominal Rp 10 ribu untuk lama akses 4 jam dan batas waktu pemakaian 2 minggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemenang tender untuk akses internet di UPI adalah Astinet. Astinet adalah layanan akses internet dan multimedia milik TELKOM.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(afz/lom)










































