Rika (bukan nama sebenarnya), mahasiswa UPI jurusan Ilmu Komputer angkatan 2006, harus membeli voucher internet di UPI.net (pusat kegiatan TIK UPI - red) untuk bisa mengakses internet melalui hotspot yang berada di kantin belakang UPI.net.
"Iya nih, saya harus beli voucher senilai Rp 10 ribu untuk 4 jam. Masa harus bayar sih, tapi ya bagaimana lagi. Kita butuh internet untuk tugas," kata gadis berperawakan manis ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Warung atau cafe saja menyediakan gratis. Ini UPI, institusi pendidikan malah harus bayar," tegasnya.
Berdasarkan penelusuran detikbandung, saat ingin menggunakan akses internet melalui hotspot di UPI, kita harus mengisi NIM dan passwordnya. Dan jika jatah akses internetnya sudah habis, maka harus membeli voucher.
Nilai voucher beragam mulai dari Rp 10 ribu untuk 4 jam akses dengan masa pakai sampai 2 minggu. Voucher Rp 20 ribu untuk akses 9 jam dengan masa aktif 1 bulan. Serta voucher Rp 30 ribu untuk akses 13 jam dalam waktu 2 bulan.
Untuk voucher senilai Rp 50 jam, akan mendapatkan lama akses 30 jam dengan masa aktif 4 bulan. Voucher Rp 100 ribu bisa dipakai untuk 75 jam dengan batas waktu sampai 6 bulan.
Sedangkan voucher senilai Rp 150 ribu, lama akses 115 jam dengan batas waktu 10 bulan. Dan voucher senilai Rp 1 juta untuk batas pemakaian tak terbatas dalam waktu 1 tahun.
Saat ini hampir semua kampus di Bandung memiliki akses hotspot. Sebut saja ITB, Unpad, Maranatha, Unpas, Unpad dan Maranatha yang justru menggratiskan akses internetnya untuk civitas akademikanya.
Seperti dituturkan oleh koordinator Humas Unpad Weny Widyowati, pihaknya justru meningkatkan kapasitas bandwith yang dimilikinya guna menunjang kebutuhan akan akses internet yang kian besar. Dan itu semuanya gratis tanpa memungut biaya pada mahasiswa.
"Saat mereka menjadi mahasiswa di kita, fasilitas hotspot itu gratis. Saat ini ada 96 titik hotspot di kampus kita di Dipatiukur dan Jatinangor. Bahkan kita tingkatkan bandwithnya tahun ini menjadi 50 Mbps," ungkapnya.
Senada dengan Weny, Head of Maranatha Information and Costumer Service Yunus Alaan Pakpahan juga mengatakan bahwa akses hotspot di Kampus Universitas Kristen Maranatha gratis untuk seluruh civitas akademika.
"Hampir 70 persen di kampus kami tercover hotspot. Seperti di perpustakaan atau food court. Dan itu gratis," katanya menjelaskan.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(afz/lom)











































