Soal Biaya, Kesepakatan Dokter dan Pasien

Dokter Aborsi di Bandung

Soal Biaya, Kesepakatan Dokter dan Pasien

- detikNews
Selasa, 14 Apr 2009 11:50 WIB
Soal Biaya, Kesepakatan Dokter dan Pasien
Bandung - Untuk biaya aborsi ternyata tak sedikit. Tarifnya bisa mencapai Rp 10 juta. Namun menurut salah seorang pasien yang pernah menjalani aborsi di dokter praktik aborsi di pusat kota, tarifnya masih bisa dinego. Ujung-ujungnya disesuaikan dengan kesepakatan antara dokter dan pasien.

Berdasarkan hasil penelusuran detikbandung, dari keterangan seorang pria yang mendampingi kekasihnya menjalani aborsi di tempat klinik rumahan tersebut, dokter terlebih dahulu memeriksa keadaan fisik dan kandungan si pasien sebelum menjalani aborsi.

Setelah diperiksa, dokter barulah menyebutkan berapa jumlah yang akan dikeluarkan untuk aborsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Waktu itu saya diminta Rp 10 juta, tapi karena uang tidak cukup saya minta diturunkan sampai ada kesepakatan biaya Rp 6 juta," kata laki-laki yang meminta identitasnya disembunyikan itu.

Laki-laki berperawakan gemuk itu menuturkan, selama proses aborsi berlangsung dia tidak diperkenankan mendampingi sang kekasih. "Saya menunggu di luar. Tapi dari yang saya tahu proses aborsi dilakukan dengan cara divacum," tuturnya.

Dia mengaku mengetahui praktik dokter aborsi itu dari rekan-rekannya yang mengalami hal serupa. Dari informasi tersebut ia dapati beberapa tempat praktik aborsi, namum pilihan jatuh ke klinik yang dikunjungi detikbandung.

"Kalau di sana lumayan bersih dibanding tempat-tempat lainnya. Bisa dibilang untuk kalangan menengah ke atas, kelas eksekutif," laki-laki tersebut beralasan.

Selain karena dikenal sebagi praktik aborsi di kalangan kelas menengah ke atas, praktik aborsi tersebut juga diyakini bersih dalam menjalankan aborsi. "Ada pengecekan bersih atau tidaknya pasca aborsi," ujarnya.



Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung

(ahy/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini