Berdasarkan hasil penelusuran detikbandung, dari keterangan seorang pria yang mendampingi kekasihnya menjalani aborsi di tempat klinik rumahan tersebut, dokter terlebih dahulu memeriksa keadaan fisik dan kandungan si pasien sebelum menjalani aborsi.
Setelah diperiksa, dokter barulah menyebutkan berapa jumlah yang akan dikeluarkan untuk aborsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laki-laki berperawakan gemuk itu menuturkan, selama proses aborsi berlangsung dia tidak diperkenankan mendampingi sang kekasih. "Saya menunggu di luar. Tapi dari yang saya tahu proses aborsi dilakukan dengan cara divacum," tuturnya.
Dia mengaku mengetahui praktik dokter aborsi itu dari rekan-rekannya yang mengalami hal serupa. Dari informasi tersebut ia dapati beberapa tempat praktik aborsi, namum pilihan jatuh ke klinik yang dikunjungi detikbandung.
"Kalau di sana lumayan bersih dibanding tempat-tempat lainnya. Bisa dibilang untuk kalangan menengah ke atas, kelas eksekutif," laki-laki tersebut beralasan.
Selain karena dikenal sebagi praktik aborsi di kalangan kelas menengah ke atas, praktik aborsi tersebut juga diyakini bersih dalam menjalankan aborsi. "Ada pengecekan bersih atau tidaknya pasca aborsi," ujarnya.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung
(ahy/ern)










































