Sejak pukul 08.00 WIB, sekitar 20 warga Saritem yang mayoritas kaum bapak sudah mulai membongkar sisa Masjid Al Hidayah dan kantor RW 09 yang roboh pada Rabu (8/4/2009) lalu. Mereka dibantu beberapa petugas Satpol PP yang juga membawa satu unit truk untuk mengangkut hasil pembongkaran.
Warga lebih dulu membongkar rangka atap bangunan. Setelah dinding-dinding bangunan tidak ada yang menyangga, mereka pun merobohkannya dengan menarik beramai-ramai tali yang diikatkan ke dinding. Setelah dinding roboh, sekitar sepuluh palu besar berayun-ayun memecahkan dinding.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses pembongkaran ini dipantau Camat Andir Eddy Marwoto. Menurutnya, pembongkaran sisa-sisa bangunan masjid dan kantor RW sudah sangat mendesak. Apalagi melihat derasnya luapan Sungai Citepus yang menerjang rumah warga pada Senin (13/4/2009) sore.
"Ini harus secepatnya dibongkar. Ngeri juga kalau hujan, takut terbawa arus ke rumah warga," ujarnya kepada detikbandung, Selasa (14/4/2009).
Di lokasi pembongkaran tampak juga satu unit alat las lengkap dengan tabung gasnya. Ini akan digunakan untuk memotong baja yang menjadi rangka bangunan.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(lom/lom)










































