Tak hanya kerang raksasa yang ditemukan Edi Hidayat (28) yang termasuk fosil, kerang raksasa yang ditemukan Baron (40) tiga tahun lalu pun termasuk fosil dengan genenis Tridacna. Namun kerang raksasa yang ditemukan Baron sudah bisa dipastikan bukan hidup dan mati di lokasi ditemukannya fosil itu.
Hal itu dikemukakan Ahli Moluska Museum Geologi Elina Sufiati saat memeriksa kerang di kediaman Baron, di Karees Kulon RT 3 RW 6 Kelurahan Malabar Kecamatan Lengkong, Senin (13/4/2009).
"Fosil yang ini sudah bisa kita pastikan bukan hidup dan mati di tempat ditemukannya fosil atau in situ, tapi ini re-worked, fosil ini terbawa ke daerah sini. Kalau yang ditemukan Edi masih harus diteliti," jelasnya. Hal itu diperkuat lokasi penemuannya di bantaran kali anak sungai Cikapundung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cangkang kerang raksasa yang ditemukan Baron mempunyai berat 70 kg dengan panjang 80 cm dan lebar 50 cm.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (ern/ern)











































