Kerang pertama kali ditemukan oleh Edi Dayat (28) dan Soleh, saat tengah menggali tanah untuk memasang penampung air di rumah Rohman. Tadi siang pukul 11.00, Minggu (12/4/2009), saat penggalian sedalam 2 meter, terbentur dengan cadas.
"Terkena cangkul. Saat itu saya pikir pot bunga," ujar Edi. Karena penasaran digali lagi menggunakan cangkul dan pahat. Saat digali lagi menjadi 2,5 meter, ditemukan bungkus kerang ukuran besar dengan posisi miring. Warna bungkus kerang itu putih pudar dengan panjang 65 cm dan lebar 40 cm.
Belum diketahui apakah bungkus kerang itu asli atau tidak. Namun warga sekitar percaya itu asli. "Kalau dari semen atau marmer bukan, soalnya seperti ada urat-urat," kata Edi yang diiyakan warga yang berkerumun.
Pemilik rumah, menurut Edi tidak mengetahui sebelumnya soal bungkus kerang itu. "Katanya rumah itu sudah dibeli sejak jaman Belanda," kata dia.
Rencananya kerang itu akan disimpan di RW setempat. Untuk mengangkat kerang itu perlu diangkat dua orang dewasa, karena beratnya hingga 50 kg.
(ern/ern)











































