Ketua RW 09 Masnu (57) mengatakan pembongkaran itu dilakukan selain karena konstriuksi bangunan yang terus menerus miring, juga khawatir mengenai rumah yang berada di samping masjid. "Khawatir kena timpa, kini sudah ada tujuh rumah yang ditinggalkan pemiliknya," ungkapnya di lokasi pembongkaran.
Untuk membongkar masjid selus 25x5 meter itu mengerahkan enam pekerja profesional, yang telah dimulai sejak pukul 08.00 WIB tadi pagi. "Dananya hasil swadaaya masyarakat dan terkumpul Rp 6 juta," ungkapnya. Besok pagi, kata dia, akan ada bantuan mobil dan karung dari Pemkot Bandung untuk mengangkut sisa bahan bangunan yang dibongkar.
Masnu bercerita jika Masjid Al Hidayah adalah masjid satu-satunya yang berada di RW 09. Bangunan masjid dipermanenkan pada 2001. Pertama kali dibangun sendiri pada 1982. "Sekarang aktivitas masjid dialihkan ke pabrik neon sekitar sini," katanya.
Sementara itu, Pengawas Pekerja Bangunan Dadang Karna (49) mengatakan pembongkaran masjid ditargetkan akan selesai selama lima hari. "Kami lakukan pembongkaran secara hati-hati mulai dari genting, atap dan kayu. Baru setelah itu dinding kita bongkar bertahap," katanya.
Menurutnya untuk membongkar bangunan masjid itu cukup sulit karena makin lama konstruksi bangunan makin miring. "Kami tetap mengutamakan keselamatan para pekerja," katanya.
Rabu (8/4/2009) subuh, sebagian bangunan masjid amblas. Hal itu kemudian memicu ambruknya bangunan kantor RW. Satu korban luka patah dilarikan ke RS Santosa.
(ern/ern)











































