Hal itu disampaikan ayah dari bayi kembar siam itu, Didi (29), saat ditemuii rumahnya Jalan Sukarajin II No 16, Gang Sastrodiharjo V, RT 8 RW 15 Kelurahan Cikutra Kecamatan Cibeunying Kidul, Jumat (10/4/2009).
"Kata dokter kalau dioperasi peluang tidak berhasilnya 80 persen, karena mereka hanya punya satu organ tunggal. Makanya dokter angkat tangan," kata Didi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Didi mengatakan keluarganya tak mengeluarkan uang sepeser pun untuk proses kelahiran anak kembar siamnya tersebut. "Kami pakai askeskin," ujar buruh meubel di Gede Bage yang setiap bulan penghasilannya hanya Rp 600 ribu ini.
Lebih lanjut dia memaparkan setelah proses kelahiran anaknya pada 9 Maret 2009, yang bertepatan dengan Maulid Nabi, kedua anaknya dirawat di ruang NICU semala 21 hari. Kemudian dialihka ke ruang anak.
(ern/ern)











































