Pemerhati KB Saut Munthe saat diskusi 'Fenomena aborsi di Jabar' digelar di RM Citra Sari, Jalan Soka, Selasa (7/4/2009), mengatakan angka perkiraan nasional untuk kasus aborsi mencapai 2 juta kasus dalam satu tahun. Itu berarti 37 dari 1.000 wanita Indonesia dalam masa usia subur atau 15 hingga 45 tahun melakukan aborsi.
Menurut data Survey Demografi Kesehatan Indonesia 2007, wanita kawin yang telah memiliki 2 anak, 64,2 persen menyatakan tidak ingin menambah anak lagi. Angka tersebut meningkat menjadi 78,8 persen saat wanita tersebut memiliki 3 anak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia hal itu disebabkan karena pasangan menikah yang tidak ingin menambah atau sedang menunda kehamilan namun gagal. "Kegagalan bisa jadi karena mereka tidak ikut KB atau mereka gagal KB," kata Saut.
Di tempat yang sama, Kepala BKKBN Jabar Rukman Heryana, mengatakan selain itu, ada juga aborsi akibat kecelakaan atau kejadian tidak terduga, yang disebut aborsi spontan.
Dia mengungkapkan di sebuah RS di Majalaya kasus aborsi didominasi akibat kecelakaan kerja. Sebagian besar dari wanita-wanita tersebut bekerja di industri garmen atau tekstil yang memiliki waktu kerja 8 jam atau lebih. "Kemungkinan karena kebanyakan berdiri, mereka mementingkan uang tapi tidak peduli terhadap kesehatan reproduksinya," ujar Rukman.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(ern/ern)











































