Demikian disampaikan Pengamat Penerbangan dari ITB Hisar M. Pasaribu saat dihubungi detikbandung, Selasa (7/4/2009) menanggapi seringnya kecelakaan pesawat di Indonesia. Kecelakaan pesawat Fokker-27 di Husein Sastranegara merupakan kecelakaan kedua setelah pada tahun 2006 sebuah pesawat Cassa 212 bernomor A 9144 tergelincir di landasan pacu.
"Sebab-sebab kecelakaan harus diteliti dengan seksama agar tidak spekulatif. Agar kecelakaan tidak terjadi lagi," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat menyinggung tentang spekulasi cuaca, Hisar mengatakan belakangan cuaca memang agak sulit diprediksi. Perubahan cuaca secara tiba-tiba saat pesawat mendekati landasan pacu merupakan kondisi yang berbahaya.
"Seperti yang terjadi pada Fokker-27, kalau betul karena angin samping saat hendak mendarat artinya saat itu pilot sudah tidak punya kesempatan bermanuver," ujarnya.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (rks/ema)










































