"Ini sebagai tanda kami berduka," kata Wakil Sekretaris DPD Serikat Pekerja Karyawan (SPK) PT Bank UOB Buana Slamet Riadiyanto.
Slamet menyatakan aksi mogok ini juga digelar secara serentak secara nasional. Hal itu dilakukan karena direksi hanya mengabulkan satu tuntutan dari tujuh tuntutan yang diajukan karyawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sudah mengadakan rapat dengan pihak manajemen pada 23 Maret yang lalu tetapi hanya satu tuntutan yang disepakati bersama," kata Slamet.
Pihak manajemen beralasan masalah kinerja perusahaan yang sedang turun dan juga adanya krisis global.
Menurut Ketua DPD SPK PT Bank Uob Buana Cahaya Rahmat Hidayat, aksi mogok kerja tersebut akan terus berlansung hingga hari Rabu (8/4/09).
"Aksi ini akan berhenti jika ada instruksi dari Ketua DPP SPK UOBB Bambang Setiarso di Jakarta, dengan catatan apabila tuntutan sudah dipenuhi.
Sebelum melakukan aksi mogok tersebut PT UOB Buana sudah melakukan aksi keprihatinan dengan mengikatkan pita hitam di lengan kanan pada Kamis (12/3/09).
Pantauan detikbandung pada pukul 11.00 WIB, beberapa nasabah yang akan melakukan transaksi balik kanan karena ditolak. Namun tak sempat menimbulkan antrean.
(ern/ern)










































