"Waktu sebulan setelah kejadian mereka tidak mau masuk kelas kalau hujan turun, mereka lebih milih di luar kelas," kata salah seorang guru SD Pasundan 3 Yuneu Yuliawati, ketika ditemui wartawan di Pasundan 3, Jumat (3/4/2009).
"Mereka ketakutan bahkan kalau ada satu siswa menangis terbawa jadi satu kelas," sambung Yuneu.
Akibatnya, guru-guru sibuk menenangkan murid-murid yang panik akibat trauma dari rubuhya atap gedung sekolah tempat mereka belajar. "Sekarang sudah kembali normal, mereka sudah lupa karena sering kita ingatkan untuk tidak takut," kata Yuneu.
Namun tidak bagi Rofi. Menurut ibunya, Yani, Rofi kerap menggigil jika turun hujan besar disertai angin.
27 Maret 2008 atap gedung SD Pasundan 3 ambruk dan menimpa 22 murid yang tengah mengikuti pelajaran. 2 diantara korban mengalami lukan berat akibat tertimpa atap bangunan, salah satunya Rofi. Murid lainnya yang luka berat, Asti, kini kembali normal.
Pihak sekolah mengaku membebaskan biaya sekolah seluruh murid yang terkena musibah tersebut. Bahkan Rofi, ditangani khusus oleh pihak sekolah pasca kejadian tersebut.
(ahy/ern)











































