"Saya menyatakan minta maaf yang sebesar-besarnya kepada pers baik cetak maupun elektronik di Jabar," ujar SB dalam rilis yang diterima detikbandung dari media centre SB, Jumat (3/4/2009).
Menurutnya PAN dan tokoh Amien Rais lah yang dulu membebaskan pers dari belenggu orde baru. "Jadi sudah pasti apa yang dilakukan oknum DPW PAN Jabar itu tidak sejalan dengan prinsip dan asas-asas perjuangan PAN dalam menjada dan memelihara kebebasan pers," kata SB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diberitakan sebelumnya, Ahmad Adib Zain mengundang sejumlah wartawan dengan alasan konferensi pers dengan agenda klarifikasi berita ricuh caleg PAN ketika kampanye terbuka partai tersebut Senin (30/3/2009) di Lapangan Tegallega. Lokasi konferensi pers terjadi di rumah Ahmad Adib Zain.
Dalam konferensi pers itu Adib menuding sejumlah media massa bertindak tidak objektif dan menyudutkan partainya. Adib juga menyebut pemberitaan pemilu di media massa bergantung pada pemilik modal dan pengiklan.
Adib juga meminta dua media massa Metro TV dan Tribun Jawa Barat bertanggung jawab terhadap isi beritanya seputar kampanye tersebut. Metro TV dianggap tidak berimbang memberitakan kekisruhan kampanye.
Harian Tribun Jawa Barat dianggap membuat berita yang menyudutkan partai karena mengangkat tema siswa SMP yang dibayar untuk ikut kampanye. Kepada Tribun Jawa Barat, Adib meminta bukti rekaman. Bahkan Adib pun menghadirkan kedua anak yang diwawancara oleh Tribun. Kedua anak itu masih berumur 14 dan 15 tahun. Mereka terlihat ketakutan saat memberikan keterangan.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(ern/ern)










































