Sekitar pukul 10.00 WIB lebih, tim yang diketui Aan Darmanah, selaku Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Dinas Pertanian Bandung, langsung melakukan aksi penyemprotan pestisida di lahan kosong di Jalan Setrasari Kulon Raya, yang merupakan sumber keberadaan ulat.
Selain penyemprotan pestisida, tim Distan juga menaburkan carbofuran yaitu insektisida yang ditaburkan ke tanah untuk membasmi pupa. "Penaburan carbofuran dilakukan karena tidak mungkin mencacah tanah. Pupa hanya bisa dibasmi dengan membalikan tanah karena pupa bisa mati oleh sinar matahari. Tapi lahannya kan luas, tak mungkin kami lakukan itu," jelas Aan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain lahan kosong, tim dari Distan itu juga menyemprot rumah warga. Hingga pukul 11.30 WIB, sekitar tiga rumah telah disemprot dan ditaburi carbofuran. "Kita akan mengecek rumah lainnya," ungkap Aan.
Kamis, 26 Maret lalu, beberapa rumah di Jalan Setrasari Kulon Raya diserang ulat bulu yang jumlahnya bisa mencapai seribuan. Ulat-ulat itu menempel di dinding rumah, bahkan masuk hingga kamar tidur. Setelah diselidiki ternyata ulat itu berasal dari lahan kosong yang berada di jalan itu.
Di lahan kosong itu tumbuh puluhan Pohon Kaliki dan rumput liar. Tak hanya itu pohon cemara dan beringin pun tumbuh. Kini lahan itu kosong melompong tanpa adanya tanaman ataupun rumput. "Padahal cemara dan beringin tak perlu ditebang karena ulat itu tak akan menyerang kedua pohon itu," kata Aan. (ern/ern)











































