"Sesudah adzan Isya, korban kirim SMS kepada ibunya dan sempat ditepon balik. Setelah itu, tidak kurang dari setengah jam, kabar musibah diterima ibunya," jelas paman korban, Enjang.
Waktu kecelakaan terjadi, kata Enjang, kemungkinan jaraknya sekitar 10 menit usai ibu korban menelpon. Kecemasan ibu korban, sebenarnya sudah terasa ketika berkomunikasi lewat telepon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diberitakan sebelumnya, Razi memacu sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Korban datang dari arah Jalan Pelajar Pejuang 45 menuju Jalan Laswi. Kemudian, sepeda motor korban menabrak pembatas jalan dan tubuhnya terpental ke jalur lain. Pada saat bersamaan, mobil pemadam kabaran dari arah Jalan Laswi menuju Jalan Pelajar Pejuang 45 yang sedang melintas langsung melindas korban.
Tak ayal, korban tewas seketika dengan kondisi mengenaskan. Kepala korban pecah. Saat ini jenazahnya berada di kamar mayat RSHS Bandung. Saat kejadian mobil pemadam kebakaran tengah menuju ke lokasi kebakaran di Cipagalo, Bandung.
(bbp/ern)










































