Arsip-arsip yang dimusnahkan seperti arsip keuangan Setda Provinsi Jabar berupa pendapatan dan penyetoran tahun 1971-1992 berjumlah 830 boks, arsip Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jabar berupa izin tenaga kerja asing tahun 1995-2003 berjumlah 543 boks, daftar seleksi pegawai lamaran tahun 1999-2004 berjumlah 143 boks, dan arsip gaji tahun 1989-1998 berjumlah 948 boks.
"Pemusnahan ini karena perawatan arsip seperti ini terlalu mahal," kata Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf, saat menghadiri seremonial pemusnahan itu.
Lalu dikemanakan data-data dalam arsip itu? Dede menjawab pemerintah telah memindahkan data-data penting ke komputer. " arsip ini sudah ada backup nya di komputer. Selain itu, ini merupakan komitmen pemerintah menuju era teknologi tinggi," tambahnya.
Pemusnahan arsip ini akan berlangsung selama tiga bulan sebab keterbatasan mesin penghancur kertas yang dimiliki pemerintah.
"Bakal berlangsung selama tiga bulan karena daya tahan mesin terbatas," kata Rahmat Mulyana, Fungsional Umum Arsip Dinamis In-Aktif. Ia bertanggung jawab terhadap urusan pemusnahan arsip tersebut.
(rks/ern)











































