"Usai upacara semua murid masuk ke dalam kelas. Tak lama kemudian saat saya sedang mengajar, saya melihat eternit kelas bergerak turun. Ada bagian sambungan yang terbelah. Saya kira gempa. Dalam hati saya terus-menerus beristighfar," tuturnya saat ditemui di Komplek SD Sejahtera, Jalan Sejahtera, Selasa (31/3/2009).
Kemudian tak lama, pintu kelas diketuk oleh guru lain, yakni Sri. "Ibu Sri bilang kalau penyangga genting di luar kelas mencekung. Dia minta anak-anak diingatkan agar tak bermain di dekat sana. Pas saya bilang kalau di dalam kelas juga eternit bergerak turun, Ibu Sri langsung minta anak-anak dipindahkan ke ruang guru," ceritanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komplek SD Sejahtera terdiri dari dua lokal, yaitu SD I dan SD IV. Dalam minggu ini kebetulan SD Sejahtera I yang kebagian sekolah pagi dan SD IV siang.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(ern/ern)










































