Mila (8), siswi kelas 3-II SD Sejahtera I mengaku masih merasa takut. "Takut kelasnya rubuh lagi," ujarnya saat ditemui di Komplek SD Sejahtera, Jalan Sejahtera, Selasa (31/3/2009). Gara-gara kelasnya rubuh, siswa Kelas 3-II dipindahkan ke ruangan kelas kosong lainnya.
Ternyata tak hanya Mila, menurut Wali Kelas 3-II Tati Susilawati (48), murid lainnya pun masih ketakutan. "Mereka masih sering nanya, bu kelasnya akan rubuh lagi enggak," ujarnya menirukan ucapan para muridnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya deg-degan bagaimana kalau anak-anak tak dipindahkan. Dalam pikiran saya terus menerus terbayang bagaimana jika kita semua masih di dalam kelas, bagaimana orangtua murid nanti, mereka akan berkata apa," tutur Tati yang wajahnya terlihat masih cemas.
Tati pun mengaku tak berani melihat foto ambruknya kelas yang terpampang di beberapa media. "Saya juga enggak berani melihat kelas yang rubuh," kata dia.
Ternyata perasaan trauma juga dirasakan orangtua murid. Seperti yang dikatakan Rostika (35), orangtua siswa Kelas 3-II, Tita (9). Menurutnya hingga kini dirinya masih syok bila mengingat peristiwa ambruknya ruangan kelas.
"Saya kemarin dapat telepon dari orangtua murid lain yang bilang kalau ruangan ambruk, saya kira main-main. Tapi banyak yang nelepon, akhirnya saya langsung ke sekolah dan kaget sekali ternyata benar ruang kelas anak saya ambruk," ujarnya sambil berkaca-kaca.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(ern/ern)











































