Ketua KPU Jabar Ferry Kurnia Rizkiansyah mengatakan pemantau pemilu independen pada pemilu tahun 2004 lebih banyak. Saat itu, kata Ferry, sebanyak 50 lembaga dari tingkat lokal sampai dengan internasional mengajukan diri sebagai pemantau.
"Saya kira masalahnya karena tidak ada lembaga asing yang membantu membiayai kegiatan lembaga pemantau di Indonesia," kata Ferry saat ditemui di ruang kerjanya, di Jalan Garut no 11, Bandung, Senin (30/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketiganya sudah terakreditasi oleh KPU Pusat dan 4 ajuan pemantau di tingkat lokal masih harus diverifikasi," kata Ferry.
Di tempat yang sama, Kepala Hukum dan Humas KPU Jabar Heri Suherman, status lembaga yang mengajukan diri itu mayoritas berasal dari kelompok-kelompok masyarakat. KPU belum menerima data ajuan yang berasal dari kalangan perguruan tinggi.
"Tidak ada dari kalangan kampus atau forum rektor," katanya.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(rks/ern)











































