Menurut Kadisdik Jabar Moh. Wahyudin Zarkasyi, potensi-potensi sumber kejahatan bisa datang dari anak jalanan. Dalam jangka panjang, jika mereka tidak mengenyam pendidikan yang layak, kemungkinan akan berbahaya bagi lingkungan.
"Kami berpikir mereka 15 tahun lagi akan menjadi apa?" ujar Wahyudin saat dihubungi detikbandung, Minggu (29/03/2009). Menurut Wahyudin BOS untuk anak jalanan ini akan menjadi shock therapy di tahun 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebab jika mereka disekolahkan di sekolah-sekolah umum khawatir akan kembali ke jalanan dan kembali dieskploitasi oleh orang tua mereka agar kembali mencari uang di jalanan," tutur Wahyudin.
Untuk awal Disdik akan memberikan bantuannya ke-1000 orang anak. Mereka akan disekolahkan selama sembilan tahun dari mulai usia SD sampai ke tingkat SMP. Disdik mengalokasikan anggaran untuk biaya operasional di pesantren minimal Rp 1 juta per anak untuk satu tahun.
Menurut Wahyudin, pihak Provinsi sudah menyetujui program tersebut tinggal ditindaklantuti di DPR. Disdik sendiri saat ini sedang melakukan penjajakan ke pesantren-pesantren dan pendataan anak jalanan ke LSM-LSM.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(ema/ema)










































