Kampanye terbuka sudah identik dengan soal sampah. Usai kampanye di Gasibu, kader dan simpatisan Partai Demokrat seperti enggan membawa kembali barang bekas mereka ke tempat sampah.
Plastik bekas makanan, kertas kampanye, kayu dan bambu bekas atribut dan bungkus rokok berserakan di lapangan tersebut. Kejadian seperti ini terjadi pula pada saat Partai Golkar berkampanye.
Usai kader dan simpatisan Demokrat meninggalkan lapangan, empat orang petugas kebersihan PD Kebersihan Kota Bandung langsung menyapu seluruh area. Selain itu, ada belasan petugas kebersihan lain yang menyisir dari depan Gedung Sate sampai Area Mesjid Pusdai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uli mengatakan sampah-sampah ini akan diangkut dengan satu unit motor sampah. Motor sampah akan membawa tumpukan sampah ke TPS di Jalan Ambon setelah itu akan dibawa ke TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.
"Kayaknya hari ini sampahnya lebih banyak. Bisa jadi motornya bolak-baik sampai lima kali," katanya.
Saat ditanya tentang upah kebersihan dari partai, Uli mengaku sudah diberi upah kebersihan dari tiap partai yang menggunakan Gasibu sebagai areal kampanye.
"Lumayan buat beli rokok," kata Uli tanpa mau menyebut jumlah uang pemberian partai.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (rks/rks)











































